Tanjungpandan hari ini
Al-Arba'a', 15 Rabiul Awwal 1433 Hijriah
Jadwal Sholat Tanjungpandan dsk.
| Shubuh | 04:43:20 |
| Terbit | 05:56:57 |
| Zhuhur | 12:08:25 |
| Ashar | 15:23:00 |
| Maghrib | 18:12:53 |
| Isya | 19:27:42 |
Ayat hari ini
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
(Al-Baqarah : 146)
Nilai Tukar Rupiah
| Jual | Beli | |
|---|---|---|
| USD | 9100.00 | 8850.00 |
| SGD | 7333.90 | 7103.90 |
| HKD | 1174.50 | 1140.40 |
| CHF | 10007.20 | 9701.20 |
| GBP | 14517.30 | 14083.30 |
| AUD | 9885.05 | 9579.05 |
| JPY | 118.75 | 114.28 |
| EUR | 12105.80 | 11737.80 |
Penduduk, Agama dan Sosial Budaya
Jumlah penduduk Belitung berdasarkan hasil sensus 1993 sebanyak 195.306 jiwa, terdiri dari berbagai etnis seperti suku Bugis, Jawa, Batak termasuk keturunan Cina. Penduduk asli berasal dari etnis Melayu. Semua etnis ini hidup berdampingan dan saling membaur dengan suku-suku pendatang termasuk orang asing. Bahkan banyak terjadi perkawinan antar etnis.
Bahasa sehari-hari yang dipakai adalah bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Penduduk Kabupaten Belitung sebagian besar memeluk Agama Islam dan selebihnya memeluk Agama Khatolik, Protestan dan Budha. Pemeluk agama pada umumnya taat menjalankan ibadah.
Karena penduduk Belitung mayoritas beragama Islam, maka tradisi dan adat istiadat yang berlaku banyak dipengaruhi oleh nafas kehidupan Islam. Hal ini tampak dalam berbagai kegiatan di masyarakat, seperti upacara adat pernikahan, selamatan anak, kematian dan lain-lain.
Dalam hal upacara adat pernikahan, Pulau Belitung memiliki ciri khas. Disamping itu juga memiliki persamaan dengan daerah lain khususnya daerah yang terdapat di Bangka Belitung ataupun daerah di Sumatera pada umumnya. Hal ini disebabkan adanya proses difusi, akulturasi dan adaptasi.
Rasa sosial dan sikap gotong royong bagi masyarakat Belitung, terutama yang tinggal di pedesaan sangat menonjol. Hal ini tercermin misalnya dalam setiap penyelenggaraan upacara adat. Kerukunan antar umat beragama juga cukup mantap. Hubungan sosial lebih didasari oleh rasa kebangsaan. Mata pencaharian penduduk sebagian menjadi pegawai, baik Pemerintah, TNI/POLRI maupun Swasta, sebagian lagi ada yang menjadi nelayan, petani dan pedagang serta usaha lainnya.
Geografi
Iklim, Flora dan Fauna
Penduduk, Agama dan Sosial Budaya
Pariwisata
Pemerintahan
Transportasi
